Jakarta, Indo Machinery - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa penguatan industri permesinan nasional dapat ditingkatkan melalui penguasaan teknologi, kemampuan rekayasa dan desain, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi.
Solehan, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP) Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut industri manufaktur nasional untuk terus meningkatkan daya saing agar tidak tertinggal di pasar global yang bersifat kompleks.
Hal tersebut disampaikan Solehan dalam sambutannya pada sesi Opening Ceremony di acara Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 adalah pameran seluas 5.000 sqm yang diikuti oleh 77 peserta, yang 75 di antaranya merupakan produsen dalam negeri. Pameran ini dihadiri oleh lebih dari 8.000 pengunjung dari 5 negara.
Di Indo Machinery Stage, diselenggarakan Strategic Forum Discussion Series dengan tema Industri Alat & Mesin; Mesin Agrikultur & Ketahanan Pangan; Inovasi Alat Pengolahan & Manufaktur Pangan; Peralatan Berat untuk Infrastruktur & Tambang; Sistem Energi, Elektrifikasi & Smart Manufacturing; serta Industrial Excellence.
Peningkatan Kapasitas Industri Nasional
Pada sambutannya, Solehan menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas produksi harus dilakukan bersama penguatan kemampuan teknologi agar industri nasional dapat mengurangi ketergantungan terhadap mesin, komponen, dan teknologi impor.
“Ketergantungan terhadap mesin, komponen, dan teknologi yang masih berasal dari luar negeri menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika tidak diikuti dengan penguatan kemampuan industri dalam negeri,” ujar Solehan.
Ia menilai berbagai proyek dan peluang investasi yang terus berkembang di Indonesia harus dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas industri nasional. Menurutnya, pertumbuhan investasi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila pelaku industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk mengambil bagian dalam rantai produksi. Apabila Indonesia tidak memperkuat hal ini dan tetap bergantung pada barang impor, proyek-proyek nasional akan sangat disayangkan.
Himbauan Kemenperin untuk Berbagai Institusi
Kemenperin mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun ekosistem industri permesinan yang kuat dan terintegrasi.
Solehan mengatakan hal ini bisa dilakukan melalui penguasaan teknologi baru, peningkatan kemampuan engineering dan desain, pengembangan talenta, peningkatan kualitas dan standardisasi produk, serta penguatan keterkaitan dengan industri pengguna. Teknologi seperti 3D printing, laser cutting, CNC, robotik, dan smart manufacturing dinilai sebagai bagian penting dalam meningkatkan kemampuan manufaktur nasional.
Selain penguatan teknologi, Solehan menyampaikan bahwa Kemenperin juga tengah mendorong pengembangan fasilitas manufaktur terpadu berbasis inovasi di Purwakarta. Fasilitas tersebut diarahkan menjadi ruang kolaborasi yang memungkinkan pelaku industri mengakses peralatan, komponen, keahlian, serta fasilitas pengembangan produk.
“Harapannya nanti ada pelayanan dan fasilitas yang dapat mendukung industri, mulai dari desain, engineering, sampai akhirnya terbentuk prototype,” jelas Solehan.
Menurutnya, fasilitas tersebut berpotensi berkembang menjadi innovation hub yang mempertemukan kebutuhan industri dengan kemampuan teknologi dan manufaktur nasional. Dalam jangka panjang, ekosistem tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya rantai pasok dan kawasan industri terpadu.
Pemanfaatan Teknologi dan Pengembangan Talenta
Solehan menambahkan mengenai pentingnya pemanfaatan robotik, smart manufacturing, factory in operation management, pengembangan talenta, serta alat dan mesin pertanian untuk memperkuat produktivitas dan daya saing industri nasional.
Di sisi lain, teknologi digital dan perangkat lunak dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan manufaktur. Pengalaman selama pandemi Covid-19, termasuk kemampuan industri nasional dalam memproduksi perangkat seperti ventilator, menunjukkan pentingnya membangun kapasitas teknologi dan manufaktur di dalam negeri.
“Hardware maupun software kita harus terus didorong agar bisa dikembangkan di dalam negeri. Kalau untuk hardware tertentu, misalnya sensor, mungkin kita belum mampu sepenuhnya. Tetapi untuk software dan platform, ini harus kita usahakan,” ujarnya.
Indo Machinery Sebagai Pengenal Teknologi Terkini
Dalam kesempatan tersebut, Solehan berharap Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 tidak hanya menjadi ajang perkenalan produk dan teknologi, tetapi juga menjadi platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan investasi, teknologi, dan kapasitas manufaktur.
Pameran yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 ini diharapkan dapat memperkenalkan perkembangan teknologi terkini di bidang metal working, CNC machine tools, robotik industri, dan smart manufacturing sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
“Jangan hanya pameran, tetapi kalau bisa menghasilkan kerja sama yang lebih dalam lagi melalui perjanjian kerja sama,” kata Solehan.
Ia juga mendorong agar industri permesinan nasional tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar domestik, tetapi mampu meningkatkan kapasitas untuk masuk ke rantai pasok global. Menurutnya, kegiatan seperti Indo Machinery Investment & Trade Show 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat branding dan memperluas eksposur industri permesinan Indonesia di pasar internasional.